4 Nabi Muhammad saw. sebagi Pembawa Rahmat bagi Alam Semesta Anak-anak, tahukah kalian, nabi Muhammad saw. diutus oleh Allah Swt. sebagai Rahmatan lil Ălamín atau sebagai pembawa kasih sayang bagi alam semesta ini? Tentunya kalian ingin tahu lebih jauh apa tujuan nabi Muhammad saw. berdakwah. Islamadalah agama rahmatan lil 'alamin sebagai bentuk rahmat dan rasa kasih sayang Allah SWT, karunia dan nikmat yang diberikan kepada makhluknya di seluruh alam semesta. Di dalamnya menjunjung ti makhluk binatang dan tumbuhan.3 Kasih sayang pun menjadi salah satu tujuan dari Islam itu diturunkan. Islam memandang penting makna kasih sayang dalam kehidupan manusia, dan hal tersebut ditunjukkannya ketika Islam disebarkan oleh utusan Tuhan yang bernama Muhammad Saw, sebagai pembawa kasih sayang bagi seluruh semesta alam4. Jawaban D. Alam semesta Dilansir dari Encyclopedia Britannica, nabi muhammad saw. diutus oleh allah swt. sebagai rahmatan lil 'alamin artinya sebagai pembawa kasih sayang bagi alam semesta. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Amal yang disukai oleh Allah SWT berdasarkan hadits SAW. UtusanAllah Swt. sebagai pem- - 36435244 shofiyaharbaatus shofiyaharbaatus 28.11.2020 B. Arab Sekolah Menengah Atas terjawab 1. Utusan Allah Swt. sebagai pem- bawa kasih sayang bagi alam semesta adalah . a. malaikat b. Nabi Muhammad saw. c. jin d. Nabi Isa as. 1 Lihat jawaban Islamsebagai rahmatan lil'alamin sebagaimana tertera dalam surat Al - Anbiya 107 bahwa, alam semesta mendapat manfaat dari diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat. Bagi orang beriman, datangnya utusan Allah adalah sebuah rahmat yang nantinya akan membawa kepada cahaya keimanan dan mendapatkan syafaat dan kemuliaan di dunia dan akhirat. R8w6EP. PAI Kelas 6 Pelajaran 5 – Nabi Muhammad saw. diutus Allah sebagai rosul-Nya di muka bumi ini utamanya adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Saling mencintai karena Allah Swt. adalah salah satu akhlak mulia. Kita menyayangi orang tua, guru, saudara, dan sesama manusia untuk hidup mulia dunia dan akhirat. Berperilaku jujur juga bagian dari akhlak mulia yang paling penting. Kita tidak akan pernah bisa membohongi diri sendiri apalagi Allah Swt.. Orang jujur pasti dihormati dan disayangi oleh siapa saja. Kejujuran dan Kasih Sayang Rasulullah saw. Nabi Muhammad saw. ”al-Amin ” Nabi Muhammad saw. sejak kecil sudah menjadi yatim piatu. Oleh sebab itu, beliau sangat mencintai anak yatim dan menganjurkan umatnya untuk merawat, mendidik, dan mencintai anak yatim. Di samping itu, Nabi Muhammad saw. terkenal sangat jujur. Sikap jujur tersebut sudah diperlihatkan sebelum beliau diangkat menjadi rasul. Pada usia remaja, beliau diminta bantuan oleh pamannya untuk membawa barang dagangan Siti Khadijah binti Khuwailid yang kaya dan dihormati di Kota Mekah. Pada usia tiga puluh lima tahun, Nabi Muhammad saw. bersama-sama dengan orang-orang Quraisy diminta untuk memperbaiki Ka’bah. Ketika pembangunan sudah sampai ke bagian Hajar Aswad, bangsa Quraisy berselisih tentang siapa yang mendapatkan kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya semula. Pada akhirnya, mereka sepakat menunjuk Muhammad saw. sebagai orang yang tepat untuk melakukan hal tersebut. Rasulullah pun kemudian mengambil selembar selendang, kemudian Hajar Aswad itu diletakkan di tengah-tengan selendang tersebut. Beliau lalu meminta seluruh pemuka kabilah yang berselisih untuk memegang ujung-ujung selendang itu. Mereka kemudian mengangkat Hajar Aswad itu bersama-sama. Setelah mendekati tempatnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam-lah yang kemudian meletakkan Hajar Aswad tersebut. Ini merupakan jalan keluar yang terbaik. Seluruh kabilah setuju dan meridhai jalan keluar ini. Mereka pun tidak jadi saling menumpahkan darah. Sejak saat itu, beliau dikenal di antara kaumnya dengan sifat-sifat yang terpuji. Para sahabat dan pengikutnya sangat menghormati dan mencintai beliau sehingga beliau diberi gelar ”al-Amin, artinya orang yang dapat dipercaya. Mari kita teladani sifat jujur Nabi Muhammad saw. dalam kehidupan sehari-hari. Kasih Sayang Rasulullah saw. terhadap Anak, Keluarga, Orang Tua, dan Masyarakat Selain memiliki sifat jujur dalam berdagang dan bergaul, Rasulullah saw. pun sayang terhadap keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Pada zaman Jahiliyah, penduduk Mekah tidak menghargai anak perempuan. Namun, Nabi Muhammad saw. justru menggendong putrinya Fatimah yang masih balita sambil Thawaf – mengelilingi Ka’bah. Begitu pula setelah Fatimah dewasa dan dikaruniai anak; Rasulullah saw. menyayangi cucunya yang bernama Hasan dan Husein. Rasulullah saw. juga tidak pernah menyakiti hati orang lain. Hal itu dapat dibuktikan dalam hadiś beliau yang artinya ”Barangsiapa yang beriman kepada Allah Swt. dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” al-Bukhari dan Muslim. Kepedulian Rasulullah saw. terhadap Lingkungan Kepedulian Rasulullah saw. bukan hanya pada ibadah seperti sholat, tetapi beliau pun peduli terhadap lingkungan hidup. Hal itu tercermin pada perilaku beliau antara lain, sebagai berikut. Nabi Muhammad saw. sangat hemat dalam mempergunakan air; itu dibuktikan pada anjuran beliau agar tidak berlebihan dalam pemakaian air dalam berwudu’.Nabi Muhammad saw. mengajarkan agar tidak melakukan kerusakan di muka bumi ini. Nabi Muhammad saw. sebagi Pembawa Rahmat bagi Alam Semesta Nabi Muhammad saw. diutus oleh Allah Swt. sebagai Rahmatan lil Ălamín atau sebagai pembawa kasih sayang bagi alam semesta ini. Tujuan dakwah Nabi Muhammad saw. adalah untuk mengubah keadaan masyarakat Jahiliyah menjadi masyarakat yang sejahtera berdasarkan agama Tauhid, yaitu agama yang menyakini bahwa Allah Swt. adalah Tuhan Yang Maha Esa. Nabi Muhammad saw. selain mengajak kita untuk mengutamakan kemurnian aqidah dan selalu menyembah Allah Yang Maha Esa. Beliau juga menanamkan akhlak terpuji yang membawa kebaikan manusia hidup di dunia hingga akhirat. Salah satu sifat terpuji yang dapat kita cermati, ketika beliau dan pengikutnya hijrah ke Kota Madinah adalah beliau mampu menanamkan sikap persaudaraan antara kaum pendatang Muhajirin dengan kaum Anshor sehingga mereka saling menolong untuk menciptakan daerah yang tertib dan aman. Sebagai umat Nabi Muhammad saw., kita harus menjunjung tinggi ajaran beliau, misalnya kita menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda. Kita berperilaku sopan dan bertutur kata santun terhadap orang tua, guru dan masyarakat sekitar. Kepemimpinan Sahabat Rasulullah saw. Kepemimpinan Abu Bakar Abu Bakar adalah khalifah pertama setelah Nabi Muhammad saw. wafat. Beliau dilahirkan pada tahun 571 M. Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Abi Khuafah at-Taimi. Gelar Abu Bakar diberikan oleh Nabi Muhammad saw. karena ia adalah paling cepat masuk Islam. Gelar as-siddiq diberikan karena ia selalu membenarkan Nabi Muhammad saw. dalam berbagai peristiwa, terutama membenarkan peristiwa Isra dan Mi’raj. Abu Bakar memimpin dari tahun 632 M sampai dengan 634 M. Abu Bakar senantiasa meneladani perilaku Nabi Muhammad saw. Dalam menentukan keputusan, beliau selalu mengajak para sahabat untuk bermusyawarah. Beliau sangat memperhatikan rakyatnya. Beliau selalu membantu rakyat yang kekurangan. Meskipun Abu Bakar sudah menjadi pemimpin negara, beliau tidak sombong dan masih mau memerah susu untuk rakyatnya di kampung. Untuk kesejahteraan rakyatnya, beliau mendirikan Baitul Mal, yaitu suatu lembaga yang mengurusi kas dan keuangan negara. Kepemimpinan Umar bin Khattab Umar bin Khattab adalah khalifah kedua setelah Abu Bakar. Umar bin Khattab mempunyai nama lengkap Umar bin Khattab bin Abdul Uzza. Umar bin Khattab menjadi khalifah sejak tahun 634 M sampai dengan 644 M. Beliau seorang pemberani, jujur, adil, tegas, bijaksana dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Beliau juga seorang pemimpin yang hidup sederhana dan suka bermusyawarah. Kalifah Umar bin Khattab tak mau menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan keluarganya, walaupun hanya sebatas cahaya lampu. Pada masa pemerintahannya, Umar bin Khattab dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan bertanggung jawab. Jasa Khalifah Umar bin Khattab yang sampai saat ini kita rasakan adalah penetapan kalender Hijriyah atau penetapan tanggal 1 Muharam sebagai Tahun Baru Hijriyah. Kepemimpinan Usman bin Affan Khalifah Usman bin Affan memerintah selama dua belas tahun atau dari tahun 644 sampai dengan 656 M. Beliau dikenal sebagai orang kaya dan dermawan. Bukti kedermawanan Usman bin Affan, yaitu pada masa pemerintahan Abu Bakar, beliau pernah memberikan gandum yang diangkut dengan unta untuk membantu kaum miskin yang menderita di musim kering. Di masa pemerintahannya, Usman bin Affan melakukan kodifikasi menyusun atau membukukan kitab al–Qur’an karena beliau khawatir akan terjadi perbedaan al–Qur’an. Kemudian, beliau membentuk panitia penyusunan al–Qur’an yang diketuai oleh Zaid bin Sabit dengan anggotanya Abdullah bin Zubair dan Abdurrahman bin Haris. Panitia tersebut bertugas menyalin ulang ayat-ayat al–Qur’an dalam sebuah buku yang disebut Mushaf dan diperbanyak 4 empat buah eksemplar. Satu buah disimpan di Madinah yang disebut Mushaf al-Imam atau Mushaf Utsmani, empat buah lainnya dikirim ke Mekah, Suriah, Basrah dan Kufah. Di samping itu, beliau juga merenovasi Masjid Nabawi di Kota Madinah, dengan cara memperluas dan memperindah bentuknya. Kepemimpinan Ali bin Abi Thalib Ali bin Abi Thalib adalah salah seorang khulafaurrasyidin yang terakhir. Ali merupakan anak dari paman Rasulullah saw., yaitu Abu Thalib yang selalu membela dakwah Nabi Muhammad saw.. Ali bin Abi Thalib adalah seorang yang pemberani. Hal itu sudah dibuktikan Ali bin Abi Thalib ketika harus menggantikan tidur Rasulullah saw.. Padahal di luar rumah pemuda-pemuda Quraisy ingin menyakiti Rasulullah saw. yang akan pergi hijrah. Masa pemerintahan Ali kurang lebih selama lima tahun 656-661 M. Selain pemberani, Ali bin Abi Talib juga seorang pemimpin yang peduli terhadap pendidikan. Sebagai contoh, beliau mendirikan beberapa madrasah untuk tempat belajar anak-anak. Dalam menjalankan roda pemerintahan, Ali bin Abi Thalib mengharuskan pegawainya jujur, cakap, dan bertanggung jawab. Beliau juga memajukan bidang Ilmu Bahasa, serta mengembangkan bidang pembangunan, terutama di Kota Kufah sebagai pusat Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits, Ilmu Nahwu dan ilmu pengetahuan lainnya. Latihan Soal PAI Kelas 6 Pelajaran 5 Kamu bisa mengasah pemahaman dan kemampuanmu menggunakan latihan soal versi online ini. Silakan klik tautan atau gambar di bawah ini! Latihan Soal PAI Kelas 6 Pelajaran 5 Untuk latihan soal PAI kelas 6 Seluruh Pelajaran silakan klik tautan di bawah ini Latihan Soal PAI Kelas 6 NB Media pembelajaran online ini kami kembangkan dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada secara online hasil para guru-guru kreatif Indonesia. Adanya media ini juga untuk mendukung kreatifitas mereka, video pembelajaran yang kami gunakan kami ambil langsung dari channel YouTube mereka. Video-video tersebut kami embedd di media ini, sehingga tidak mengurangi viewer mereka, justru akan menambah viewer mereka serta meningkatkan rating pencariannya. Mohon maaf, karena ribuan soal yang kami input jadi ada beberapa soal yang kunci jawabannya salah, mohon jangan kecewa karena itu semata-mata adalah kesalahan kami sebagai manusia. Bila menemukan kesalahan tersebut silakan kirim tangkapan layar screenshot kesalahan tersebut kepada kami di email ghofurach atau melalui Whatsapp di 085648017971. Bisa juga melalui komentar di laman ini disertai dengan keterangan subtema berapa. Terimakasih…. Buku Digital PAI Kelas 6 Buku PAI versi digital FlipBook yang bisa kamu baca secara online pada tautan di bawah ini. Ukuran file buku digital ini sengaja dibuat lebih kecil sehingga bisa diakses dengan cepat. Bila membutuhkan membaca secara offline bisa diunduh di tautan yang telah disediakan. Ukuran file buku pdf juga sudah disesuaikan lebih kecil sehingga tidak makan banyak kuota internet, cepat dalam pengunduhan, serta tidak banyak mengurangi ruang penyimpanan. Silakan baca bukunya di sini FlipBook PAI Kelas 6 Bila ingin mengunduhnya silakan klik DI SINI. Demikianlah materi PAI Kelas 6 Pelajaran 5 yang bisa kami sampaikan. Sampai jummpa di lain keempatan. مَّآ أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا Arab-Latin Mā aṣābaka min ḥasanatin fa minallāhi wa mā aṣābaka min sayyi`atin fa min nafsik, wa arsalnāka lin-nāsi rasụlā, wa kafā billāhi syahīdāArtinya Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari kesalahan dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. An-Nisa 78 ✵ An-Nisa 80 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangHikmah Penting Terkait Dengan Surat An-Nisa Ayat 79 Paragraf di atas merupakan Surat An-Nisa Ayat 79 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai hikmah penting dari ayat ini. Terdapat berbagai penjelasan dari kalangan ulama terkait kandungan surat An-Nisa ayat 79, misalnya seperti berikut📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaApa saja yang menimpamu wahai manusia,berupa kebaikan dan kenikmatan,maka itu berasal dari allah semata sebagai karunia dan kebaikan apa yang menimpamu berupa kesulitan dan kesengsaraan,maka hal tersebut disebabkan oleh perbuatan burukmu dan apa yang diperbuat oleh tanganmu berupa dosa-dosa serta kami mengutusmu wahai rasul,bagi segenap manusia sebagai rasul yang menyampaikan risalah cukuplah allah menjadi saksi atas kebenaran risalahmu.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram79. Setiap kesenangan yang datang kepada kamu -wahai anak Adam- seperti rezeki dan anak adalah berasal dari Allah. Dia menganugerahkannya kepada kamu. Dan setiap kesialan yang menimpamu dalam urusan rezeki dan anakkamu itu sesungguhnya berasal dari diri kamu sendiri, yaitu akibat dari perbuatan maksiat dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan sungguh Kami telah mengutusmu -wahai Nabi- sebagai utusan Allah yang menyampaikan risalah Rabbmu kepada seluruh umat manusia. Dan cukuplah Allah sebagai saksi atas kejujuranmu dalam menyampaikan risalah tersebut berdasarkan dalil-dalil dan bukti-bukti yang Dia berikan kepadamu.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah79. Kebaikan yang kamu dapatkan merupakan dari karunia, rahmat, dan taufik Allah sehingga kalian dapat meniti jalan keselamatan dan kebaikan. sedangkan keburukan yang menimpamu merupakan hasil dari amal perbuatan kamu tidak menempuh jalan hikmah, akal sehat, dan petunjuk dari hidayah Allah. Dan kami mengutusmu hai Muhammad sebagai Rasul yang menyampaikan kasih sayang kepada seluruh alam semesta. Cukuplah Allah sebagai saksi atas kebenaranmu, dan Dia adalah saksi antara kamu dengan mereka. Dia Maha Mengetahui apa yang kamu sampaikan kepada mereka dan kebenaran darimu yang mereka tolak karena kekafiran dan keangkuhan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia78-79 1 . { فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا } "Maka mengapa orang-orang itu orang munafik hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?" Maka jikalau orang-orang beriman tidak mengetahuinya; niscaya mereka sama halnya dengan orang-orang kuffar dan orang munafiq yang dihinakan oleh Allah dengan ayat ini. 2 . Allah berfirman { وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ } "dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari kesalahan dirimu sendiri." fawaid yang dapat diambil dari ayat ni adalah bahwasanya manusia tidak dapat menjamin dalam dirinya selalu ada ketenangan, karena keburukan yang ia hadapi tidak lain adalah datangnya dari diri sendiri, dan tidak pula ia sibuk dengan cacian dan hinaan dari segenap manusia disekitarnya lalu mengiraukannya, hendaklah ia kembali kepada kesalahan kemudian ia bertaubat darinya, dan memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan dirinya dan kehinaan perbuatannya, ia mesti memohon kepada Allah agar Ia melimpahkan kepadanya pertolongan dalam ketaatan kepada-Nya, maka denga itu semua ia akan meraih segala kebaikan dan menjauhkannya dari keburukan.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah79. Wahai manusia, kebaikan yang kamu terima kebaikan atau nikmat itu dari keutamaan dan kebaikan Allah yang mana sebab munculnya kebaikan itu dilimpahkan untuk kalian. Dan keburukan yang kamu terima keburukan atau kesusahan itu disebabkan dosa yang kamu lakukan sehingga kamu dihukum atas hal itu. Kamu tidak lain hanya penyampai risalah Tuhanmu wahai Nabi. Dan takdir para makhluk itu tidak ada di tanganmu, sehingga kamu bisa memberikan kemudharatan dan manfaat. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi atas hal itu.📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahKebaikan apa pun yang kamu peroleh dari Allah, sedangkan keburukan apa pun yang menimpamu itu disebabkan oleh dirimu sendiri} karena dosamu {Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada seluruh manusia. Cukuplah Allah sebagai dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H79. Kemudian Allah berfirman, “Apa saja nikmat yang kamu peroleh” yaitu dalam perkara agama maupun dunia, “adalah dari Allah,” Dia-lah yang mengaruniakan dan memudahkannya dengan memudahkan sebab-sebabnya, “dana pa saja bencana yang menimpamu” dalam perkara agama maupun dunia, “maka dari kesalahan dirimu sendiri,” yaitu dengan dosa-dosamu dan usahamu, padahal apa yang dimaafkan oleh Allah darinya adalah lebih banyak, dan Allah telah membuka pintu-pintu kebaikanNya bagi hamba-hambaNya, dan memerintahkan merekka untuk memasuki kebaikan dan karuniaNya, dan mengabarkan kepada mereka bahwa kemaksiatan itu adalah penghalang dari karuniaNYa, lalu bila seorang hamba melakukannya, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri, karena sesungguhnya yang menjadi penghalang dirinya memperoleh karunia Allah dan kebaikanNYa adalah hal tersebut. Kemudian Allah mengabarkan tentang keumuman risalah RasulNya Muhammad seraya berfirman, “Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi” bahwa engkau adalah utusan Allah secara benar dengan apa yang telah Allah topang dengan pembelaanNYa dan mukjizat-mukjizat yang menakjubkan serta keterangan-keterangan yang pasti, dan hal itu adalah kesaksian yang paling utama secara mutlak, sebagaimana Allah berfirman, "Katakanlah “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah “Allah”. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu." Al-An'am 19, Dan apabila ia telah mengetahui bahwa ilmu Allah itu sempurna, kekuasaanNya yang menyeluruh, hikmahNya agung, dan Dia telah membantu RasulNya dengan apa pun yang telah menopangnya dan membelanya dengan pembelaan yang besar, niscaya yakinlah ia dengan hal tersebut bahwa ia adalah Rasulullah, dan bila tidak demikian, sekiranya dia mengadakan sebagian perkataan atas Allah, niscaya Allah benar-benar memegangnya dengan Tangan Allah, niscaya Allah benar-benar memegangnya dengan Tangan kananNya kemudian benar-benar Dia potong urat tali jantungnya.📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid NabawiMakna kata {مِنْ حَسَنَةٍ} min hasanah hasanah adalah sesuatu yang menyenangkan. Sayyi’ah adalah sesuatu yang membawa mudarat. Makna ayat Adapun ayat yang ketiga dan yang terakhir di dalam konteks ini, itu adalah firman Allah {مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ} “Kebaikan apapun yang kamu peroleh adalah dari Allah dan keburukan apapun yang menimpa kalian adalah dari diri mu” Allah berdialog kepada Rasul, mengabarkan kepadanya bahwa kebaikan adalah berasal dari Allah. Yang mana Allah adalah pemberi titah dengan perkataan atau perbuatanNya dan Allah pula yang menciptakan sebab-sebab yang dapat mendukung terjadinya hal tersebut. Adapun keburukan, maka dari jiwa hawa nafsu yang memerintahkan kepada keburukan. Hawa nafsu yang bersinggungan langsung menyelisihi perintah dan larangan Allah. Oleh karenanya, tidaklah layak keburukan dikaitkan kepada Allah. Allah berfirman {وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولاً وَكَفَى بِاللهِ شَهِيداً} “dan Kami mengirim kamu kepada manusia sebagi seorang Rasul dan cukuplah Allah sebagai saksinya.” pelipur lara bagi Rasul dari apa yang dihadapinya berupa gangguan dari orang-orang dan akhlak buruk beberapa oknum-oknum yang secara tidak sengaja menimpa diri Rasul. Misalnya, orang-orang yang mengait-kaitkan keburukan kepada Rasul sebagai bentuk pembawa sial, Allah mengabarkan bahwa, kepentingan Rasul sekarang adalah menyampaikan risalah. Dan Rasul telah menunaikannya, Allah sebagai saksi akan hal tersebut serta memberikan ganjaran terhadap hal tersebut. Rasul adalah keluarga Allah dan Allah akan membalas orang yang menolak risalah kenabian beliau dan orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai saksinya. Pelajaran dari ayat • Kebaikan dan keburukan, keduanya adalah atas takdir Allah. • Kebaikan adalah dari Allah dan keburukan dari hawa nafsu. Kebaikan adalah perintah Allah yang mendatangkan sebab-sebabnya setelah Allah membuatnya terwujud dan menolong orang untuk mendapatkannya dan menjauhkan penghalang-penghalangnya. Keburukan adalah berasal dari hawa nafsu karena Allah melarangnya, mengancam pelakunya, tidak memberi taufik menuju padaNya dan tidak menolong untuk melakukannya, keburukan adalah dari hawa nafsu bukan dari Allah.📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat An-Nisa ayat 79 77-79. Orang-orang yang pernah dikata kepada mereka "Tahanlah tangan- tangan kamu dan dirikanlah shalat dan berilah zakat', tetapi tatkala diwajibkan mereka berperang, dari mereka, takut kepada manusia sebagaimana takut kepada Allah, atau lebih sangat takut, dan mereka Tidakkah engkau fikirkan tiba-tiba segolongan berkata "Hai Tuhan kami! Mengapakah Engkau wajibkan kami berperang? Mengapakah tidak Engkau biarkan kami hingga ajal kami yang hampir?" Katakanlah "Benda dunia ini sedikit, dan Akhirat itu lebih baik buat orang yang berbakti; dan kamu tidak akan dianiaya walaupun sedikit". Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapati kamu. walaupun kamu di mahligai-mahligai yang teguh", dan jika ke baikan mengenai mereka, mereka berkata "Ini dari sisi Allah", dan jika kesusahan mengenai mereka, me- "Ini dari sisimu". mereka berkata Katakanlah "Semua itu dari sisi Allah". Mengapakah kaum itu hampir tidak mengerti perkataan? Apa-apa keuntungan yang mengenaimu, maka yaitu dari Allah; dan apa-apa kerugian yang mengenaimu, maka yaitu dari di- rimu, karena Kami utusmu kepa- da manusia sebagai seorang rasul; dan cukuplah Allah sebagai dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, manusia. Dia-lah yang memberi nikmat itu, memudahkannya dan memudahkan sebab-sebabnya. Misalnya musibah. Yakni karena dosa-dosa dan tindakanmu, namun Allah lebih banyak memaafkan. Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah membukakan pintu-pintu ihsan-Nya dan memerintahkan mereka untuk mengambil kebaikan dan karunia-Nya, serta memberitahukan bahwa maksiat dapat menghalangi karunia-Nya. Oleh karena itu, apabila seseorang melakukannya, maka janganlah dia mencela selain dirinya sendiri, karena dirinyalah yang menghalangi untuk mendapatkan karunia Allah dan kebaikan-Nya. Persaksian ini merupakan persaksian yang paling besar sebagaimana firman Allah Ta'ala, Katakanlah "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah "Allah". Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. " Terj. Al An'aam 19. Jika Allah Subhaanahu wa Ta'aala sebagai saksi terhadap kerasulan Muhammad, di mana Dia Mahasempurna ilmu, kekuasaan dan Maha Besar hikmah-Nya, ditambah dengan penguatan Allah kepadanya dengan mukjizat dan pertolongan Allah kepadanya, maka dapat diketahui dengan pasti bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah utusan Allah.📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Nisa Ayat 79Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, wahai nabi Muhammad dan semua umat manusia, adalah dari sisi Allah yang maha pemurah, maha bijaksana, dan keburukan apa pun yang menimpamu, wahai Muhammad dan siapa pun selainmu, itu semua akibat dari kesalahan dirimu sendiri, karena kami mengutusmu tidak lain hanya menjadi rasul untuk menyampaikan wahyu Allah kepada seluruh manusia. Dan cukuplah Allah saja yang menjadi saksi atas kebenaranmu. Barang siapa menaati rasul dan mengikuti ajaran-ajarannya, maka sesungguhnya dia telah menaati Allah karena Allah yang telah mengutusnya. Dan barangsiapa berpaling dari ketaatan itu, maka ketahuilah bahwa kami tidak mengutusmu, wahai nabi Muhammad, untuk menjadi pemelihara mereka sebagai orang yang bertanggung jawab dan menjamin mereka untuk tidak berbuat dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikian pelbagai penjabaran dari beragam ahli tafsir terhadap kandungan dan arti surat An-Nisa ayat 79 arab-latin dan artinya, moga-moga bermanfaat bagi ummat. Bantu perjuangan kami dengan mencantumkan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan Artikel Paling Sering Dibaca Kaji banyak materi yang paling sering dibaca, seperti surat/ayat An-Nisa, Al-Muthaffifin, Al-Fatihah 4, Ali Imran 190, An-Nahl 114, Al-Anbiya 30. Serta At-Tin 4, Al-Ma’idah 48, Al-A’raf 54, Al-Humazah, Al-Fatihah 5, At-Taubah. An-NisaAl-MuthaffifinAl-Fatihah 4Ali Imran 190An-Nahl 114Al-Anbiya 30At-Tin 4Al-Ma’idah 48Al-A’raf 54Al-HumazahAl-Fatihah 5At-Taubah Pencarian surat abasa ayat 1-10 latin, surat attaubah ayat 103, al baqarah ayat 43 beserta artinya, surat al imron ayat 134, surat al ahzab ayat 17 Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah Sesuai dengan firman Allah dalam Surat al-Anbiya ayat 107 yang bunyinya Dan tiadalah Kami mengutus kamu melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Islam sebagai rahmat bagi alam semesta adalah tujuan bukan proses. Kunci Jawaban Pai Kelas 12 Bab 10 Halaman 255 256 Dan 257 Rahmat Islam Bagi Alam Semesta Di 2021 Buku Pendidikan Orang Kulit Hitam Agama Islam diturunkan oleh Allah SWT kepada Muhammad SAW sebagai penyempurna agama-agama sebelumnya. Islam adalah rahmat bagi semesta alam. Zakir Naik memberikan kesimpulan Islam adalah keselamatan yang diperoleh melalui ketundukan dan kepatuhan terhadap kehendak dan perintah Allah. Walau tidak selalu harus melalui langkah sulit. Perkembangan Islam di Benua Asia a. Artinya untuk menjadi rahmat bagi alam semesta bisa jadi umat Islam harus melalui beberapa ujian kesulitan atau peperangan seperti di zaman Rasulullah. Islam sebagai rahmat bagi alam semesta adalah tujuan bukan proses. Bahkan di Kota Iskandariyah hingga kini masih terjaga segala macam kebesaran umat Nasrani Orthodox tanpa diganggu keberadaannya oleh umat Islam. Islam rahmatan lil alamin adalah konsep islam yang penuh dengan kasih sayang. Sebagai Nabi dan Rasul terakhir dengan membawa ajaran Tauhid Islam mulai tersebar ke berbagai negeri di sekitarnya dan terus berlanjut hingga Islam benar-benar menjadi agama bagi seluruh penduduk dunia. Artinya untuk menjadi rahmat bagi alam semesta bisa jadi umat Islam harus melalui beberapa ujian kesulitan atau peperangan seperti di zaman Rasulullah. Kata rahmat juga merupakan salah satu nama Allah yang agung sebagaimana yang difirmankan oleh Allah swt. Islam Adalah Agama Rahmatan Lil Alamin Islam adalah agama rahmatan lil alamin artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta termasuk hewan tumbuhan dan jin apalagi sesama manusia. Mesir adalah kawasan Afrika pertama yang menerima masuknya Islam di benua ini penduduknya lebih kurang 42 juta jiwa dengan sekitar tiga jutanya beragama Kristen selebihnya beragama Islam. Di dalamnya menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia menjaga hak binatang dan tumbuh-tumbuhan Memahami Islam rahmatan lil alamin sebagai konsep dasar dalam agama Islam akan memunculkan kembali. Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin menjelaskan bahawa agama Islam mengandungi ajaran yang sempurna sebagai pedoman hidup manusia yang merangkumi keselamatan kedamaian kemakmuran kesejahteraan baik di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW Rahmat Bagi Semesta Alam. Rahmat Islam bagi Alam Semesta A. Log In with Facebook Log In with Google. Komitmen tersebut ditegaskan dalam firmanNya yang bermaksud Dan tiadalah Kami mengutus kamu Muhammad melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Islam adalah agama rahmatan lil alamin artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta termasuk hewan tumbuhan dan jin apalagi sesama manusia. KabarMakkahCom – Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta termasuk hewan tumbuhan dan jin apalagi sesama manusia. Enter the email address you signed up with and well email you a. Sign Up with Apple. Itulah misi Nabi Muhammad SAW mengajarkan Islam kepada umat manusia. Bagi orang beriman datangnya utusan Allah adalah sebuah rahmat yang nantinya akan membawa kepada cahaya keimanan dan mendapatkan syafaat dan kemuliaan di dunia dan akhirat. Remember me on this computer. Islam adalah rahmat bagi semesta Alam. Allah menjelaskan dalam Al Quran bahwasannya barang siapa yang mencari agama selain Islam maka sekali-kali tidak akan diterima agama tersebut sebab segala kesempurnaan agama telah ada pada Islam. Tuntunan dan sunnahnya tidak hanya dalam konteks berinteraksi antar sesama manusia namun juga bagaimana berinteraksi dengan hewan tumbuhan dan alam semesta. Islam adalah Rahmat Bagi Alam Semesta GELORA RAMADHAN 1442 geloraTV. Sehingga dikatakan Tidak Aku utus engkau Muhammad kecuali misinya sebagai rahmat Bentuk kasih sayang Allah kepada semesta alam ucap Kyai Misbah. Misi rahmat yang diemban oleh Rasulullah SAW merupakan implementasi nyata dari sifat Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Islam diturunkan untuk membawa kebaikan kedamaian dan keselamatan bagi seluruh penduduk bumi. Tak hanya itu Kyai Misbah mengatakan bahwa rahmat tersebut sesungguhnya tidak hanya ditujukan kepada umat Islam melainkan bagi semesta alam. Diutusnya nabi sebagai panutan bagi manusia adalah salah satu bukti kasih sayang. Islam adalah rahmat bagi seluruh manusia. Walau tidak selalu harus melalui langkah sulit apalagi perang namun sejarah manapun selalu mengatakan kedamaian dan kesejukan selalu didapatkan dengan. Islam adalah agama rahmatan lil alamin sebagai bentuk rahmat dan rasa kasih sayang Allah SWT karunia dan nikmat yang diberikan kepada makhluknya di seluruh alam semesta. Di Mesir terdapat delapan universitas di antara yang termashyur ke seluruh dunia. Allah swt memastikan misi utama diutusnya Muhammad saw sebagai Rasul adalah agar menjadi rahmat bagi semesta alam. Islam memiliki arti tunduk dan patuh terhadap kehendak dan perintah Allah berasal dari kata salaam yang artinya damai sejahtera atau keselamatan. Jadi Rosulullah SAW sebagaimana pada ayat di atas di utus ke. Rasulullah SAW itu diutus ke dunia misinya adalah rahmat. Selain itu Nabi Muhammad SAW. Islam sebagai rahmatan lilalamin sebagaimana tertera dalam surat Al Anbiya 107 bahwa alam semesta mendapat manfaat dari diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat. Kata rahmat bermakna sangat luas sehingga dapat menjangkau seluruh alam semesta. MAKALAH Rahmat Islam bagi Alam Semesta. Rahmat Bagi Seluruh Alam. Di dalam al-Quran surat al-Anbiya ayat 107. Close Log In. Perkembangan Islam di Dunia Selang beberapa tahun dari diutusnya Muhammad saw. Penting Ya Penerapansyariahsecarakaffah و ما أ ر س ل ناك إ لا ر ح م ة ل ل عال م ين Blessed World Urdu Quotes Pin Oleh Mohd Riduan Hashim Awang Di Rezeki Healing Motivasi Agama Hidup Pin Di Instagram Update Sirah Nabawi Sallallahu Alaihi Wa Sallam Islam Kutipan Agama Agama Pin Auf Imam Ali A S Quotes Pin Oleh Amalina Sabela Di Al Quran Agama Manhaj Salaf On Instagram Islam Adalah Rahmat Untuk Alam Semesta Teladan Agama Alquran Atsar Assunnah Manhajsalaf Ahlussunnah Salafiyyun D Hari Ketika Manusia Berdiri Menghadap Tuhan Semesta Alam Tuhan Manusia Allah Pin On Perindu Langit Majelis Tausiyah Cinta On Instagram 8 Tujuan Tujuan Agung Penerapan Syariat Islam 1 Memelihara Keturunan Dengan Mensyariatkan Ni Tujuan Pernikahan Belajar Pin On Religion Islam Merupakan Agama Yang Sempurna Dimana Seluruh Aspek Kehidupan Manusia Telah Diatur Sedemikian Rapi Hal Ini Karena Islam Datang Membawa Kasih Sayang Dan R Doa Ketika Hujan Turun Semoga Menjadi Berkah Doa Hujan Kutipan Agama Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim Salim A Fillah Rm 36 Menjadi Muslim Adalah Menjadi Kain Putih Lalu Allah Mencelupnya Menjadi Warna Keteg Shopping Kata Nabi Di Instagram Dalam Fitrahnya Islam Adalah Agama Yang Membawakan Pada Kedamaian Keadilan Dan Rahmat Bagi Semesta Al Motivasi Kutipan Agama Agama Islam Adalah Agama Rahmatan Lil Alamin Agama Yang Membawa Rahmat Dan Kesejahteraan Bagi Semua Seluruh Alam Semesta Dan Tiadalah Kami Mengutus K Tinta Sablon Memahami Islam Secara Multi Dimensional Untuk Mewujudkan Rahmatan Lil Alamin Orang Islam Allah Islam Rahmatan Lil Alamin Islam Quotes Sister And Brothers SEJAK di utus oleh Allah Ta’ala ke muka bumi, Nabi Muhammad –shollallahu alaihi wa sallam- telah mewujudkan rahmat kasih sayang bagi semesta alam. Hal itu ditegaskan oleh Allah Ta’ala sendiri dalam firman-Nya وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ “Dan tidaklah Kami Allah mengutus kamu wahai Muhammad kecuali sebagai rahmat untuk semesta alam.” [ QS. Al-Anbiya’ 107 ]. Al-Imam Al-Mufassir Ibnu Katsir –rahimahullah- berkata ketika menafsirkan ayat di atas يُخْبِرُ تَعَالَى أَنَّ اللَّهَ جَعَلَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ أَيْ أَرْسَلَهُ رَحْمَةً لَهُمْ كُلِّهِمْ فَمَنْ قَبِلَ هَذِهِ الرَّحْمَةَ وَشَكَرَ هَذِهِ النِّعْمَةَ سَعِدَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ رَدَّهَا وَجَحَدَهَا خَسِرَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ BACA JUGA Hai Muhammad, Beritahu padaku tentang Islam, Iman, dan Ihsan “Allah Ta’ala mengabarkan, sesungguhnya Allah telah MENJADIKAN Muhammad –shollallahu alaihi wa sallam- sebagai RAHMAT kasih sayang bagi semesta alam, artinya Dia Allah telah mengutusnya sebagai rahmat bagi mereka semuanya. Maka barang siapa yang menerima rahmat ini dan bersyukur terhadap nikmat ini, dia akan berbahagia di dunia dan akherat. Dan barang siapa yang menolak dan menentangnya, dia akan merugi di dunia dan akherat.” [ Tafsir Ibnu Katsir 5/338 ]. Ayat di atas secara tegas telah menjelaskan, bahwa “rahmat” kasih sayang telah terwujud semenjak awal kali Nabi Muhammad –shollallahu alaihi wa sallam- diutus oleh Allah ke muka bumi. Telah diriwayatkan dari Abu Huroiroh –rodhiAllahu anhu- beliau berkata قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ عَلَى الْمُشْرِكِينَ. قَالَ إِنِّي لَمْ أُبْعَثْ لَعَّانًا، وَإِنَّمَا بُعِثْتُ رَحْمَةً» “Dikatakan Wahai Rosulullah ! Do’akan kebinasaan untuk orang-orang musyrikin !”. Beliau –shollallahu alaihi wa sallam- menjawab “Sesungguhnya tidaklah aku diutus sebagai pelaknat, aku hanyalah diutus sebagai RAHMAT kasih sayang.” [ HR. Muslim 87 ]. Nabi –shollallahu alaihi wa sallam- juga bersabda إِنَّمَا أَنَا رَحْمَةٌ مُهْدَاةٌ “Sesungguhnya saya adalah rahmat dan mendapatkan petunjuk.” [ HR. Ad-Darimi 5800 dan dishohihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam “Al-Misykah” 3/1615 ]. Dua hadits di atas menunjukkan dengan jelas, bahwa Nabi –shollallahu alaihi wa sallam- telah menjadi “rahmat” bagi semesta alam sejak awal beliau di utus oleh Allah ke muka bumi ini. BACA JUGA Biarawan Muhammad Adalah Utusan Allah Makna “rahmat” didalam pengutusan Nabi –shollallahu alaihi wa sallam-, telah dijelaskan oleh Ibnu Abbas –radhiAllahu anhu- beliau berkata هُوَ عَامٌّ فِي حَقِّ مَنْ آمَنَ وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ فَمَنْ آمَنَ فَهُوَ رَحْمَةٌ لَهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ فَهُوَ رَحْمَةٌ لَهُ فِي الدُّنْيَا بِتَأْخِيرِ الْعَذَابِ عَنْهُمْ “Hal ini sifat rahmat dalam pengutusan Rosul bersifat umum terhadap hak orang yang beriman dan orang yang tidak beriman kafir. Maka barang siapa beriman, itu sebuah rahmat baginya di dunia dan akhirat dia akan hidup bahagia dan beruntung. Dan barang siapa yang tidak beriman, maka hal itu juga ratmat baginya di dunia dengan ditundanya siksaan atas mereka…” [ Tafsir Al-Baghawi 3/320 ]. [] Facebook Abdullah Al-Jirani

utusan allah sebagai pembawa kasih sayang bagi alam semesta adalah