Difotodengan Canon EOS 800d lensa fix 50mm f/3,5 1/1250sec ISO 200. Pada waktu memotret, saya (dan teman saya) memang kurang memahami segitiga eksposur. Landscape photography adalah langkah awal yang bagus jika kamu ingin mulai belajar fotografi. Samyang8mm F2.8 UMC FISH EYE II. Akhir Kata. Pada kesempatan kali ini, memberikan rekomendasi lensa wide Fujifilm murah baik dari Fujifilm maupun merek lain. 1. Fujinon 10-24mm F/4. Lensa wide angle Fujifilm terbaik untuk mengambil gambar landscape adalah Fujinon 10-24mm F/4. Agaranda mendapatkan efek bokeh terbaik, tempatkanlah subjek anda sedekat mungkin dengan lensa. Jika anda berfokus terhadap objek yang begitu dekat dengan kamera, sudah dapat dipastikan bahwa cahaya pada latar belakang gambar tersebut menghasilkan efek blur yang menakjubkan. Efek blur tercapai pada bukaan aperture terkecil, seperti pada bukaan: f/8. Misalnyakamu punya lensa fix 50mm dengan f/1.4, maka gunakan selalu f/1.4 nya. Itu akan membuat foto kamu memiliki dimensi yang sangat bagus, selain itu dof yang didapat juga sempit tapi memimliki bokeh yang bagus. 2. Ketahui dof dari lensa kamu. Berhubungan dengan yang di atas, dof sangat berkaitan dengan berapa f yang digunakan. Padaumumnya kamera DSLR maupun Mirrorless dijual satu paket dengan lensa kit, seperti 18-55mm. Namun karena dirancang untuk penggunaan umum, lensa kit ini memiliki kemampuan yang terbatas, cepat atau lambat anda akan membutuhkan lensa tambahan. Berikut ini daftar beberapa lensa favorit yang digunakan para fotografer, yang mungkin bisa anda FRESHSUAKAONLINE.COM - Bagi seseorang yang memiliki hobi dalam bidang fotografi, pasti sudah tidak asing lagi dengan kamera. Salah satu peralatan memotret ini menjadi harta karun yang berharga. Dalam pemakaiannya, tentu tidak lepas dari yang namanya debu, kotoran, dan sejenisnya. Hal ini membuat sang pemilik harus melakukan perawatan. Lalu, bagaimana ya cara merawat kamera dengan benar? 9vuNuae. Beberapa monitor LCD ViewSonic mendukung mode Landscape dan monitor LCD Anda mendukung fitur ini, Anda dapat beralih mode dengan memutar layar monitor seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah mengubah gambar di Windows Desktop, ikuti instruksi di bawah iniBuka menu Start dan klik "Control Panel." Klik " Adjust Screen Resolution" untuk melihat bagian Screen Resolution pada Control Panel. Klik menu drop-down "Orientation" untuk menampilkan display daftar pilihan "Landscape," "Portrait," "Landscape Flipped" dan "Portrait Flipped." Lensa yang Cocok untuk Foto Landscape – Salah satu teknik fotografi yang paling digemari oleh fotografer adalah mengambil gambar lansekap atau pemandangan alam. Selain mempelajari beberapa teknik tertentu, untuk mendapatkan foto lansekap yang menakjubkan, maka tak dapat dipungkiri pula bahwa kamu harus memperhatikan lensa yang cocok untuk foto kamera tentunya menjadi salah satu hal yang harus kamu pertimbangkan karena sangat berpengaruh besar dan dominan terhadap foto lansekap yang akan dihasilkannya. Ketajaman gambar, perbandingan subyek, jarak pandang yang fokus, kejelasan suatu gambar, dan hal lainnya ditentukan oleh lensa yang baik. Oleh karena, sangat penting ketika kamu ingin memotret lansekap, maka kamu juga harus mengerti lensa yang cocok untuk foto landscape Yang Cocok Untuk Foto LandscapeBerikut DIY Kamera berikan rekomendasi lensa yang cocok untuk foto landscape, diantaranya yaitu Ultra Wide & Wide Angle LensLensa yang cocok untuk foto landscape yang satu ini sangat populer di kalangan fotografer lansekap. Memiliki sudut yang lebar, pastinya lensa ini dapat memotret pemandangan yang luas, sehingga pandangan akan tampak lebih pada area pemotretannya. Akan tetapi, perlu diperhatikan pula bahwa apabila kamu menggunakan sudut yang terlalu lebar, maka akan muncul efek fisheye, yaitu gambar akan berubah baik itu bentuk maupun menyimpang ke tepi sebagaimana baisanya terjadi pada panjang fokal 18 mm atau lebih demikian, jika kamu memilih untuk menjadi fotografer lansekap atau landscape, maka lensa yang cocok untuk foto landscape yang satu ini merupakan pilihan utama yang harus kamu pilih. Selain memberikan sudut pandang yang luas, lensa ini juga mampu memberikan sense of depth, sehingga membuat garis horizon tampak lebih StandarLensa standar juga menjadi salah satu lensa yang cocok untuk foto landscape, dimana lensa ini dapat menangkap obyek yang dekat sebagaimana mata manusia melihat sesuatu. Lensa ini pun memiliki jarak sekitar 50 mm. Dengan menggunakan lensa ini, maka fotografer dapat membidik obyek dengan benar-benar fokus, yaitu pada pemandangan lansekap, sehingga tampak lebih detail dan hal-hal yang mengganggu dapat kamu ingin gambar lain selain landscape, maka lensa 50 mm dengan aperture f/ dapat kamu tambahkan pada lensa yang cocok untuk foto landscape yang satu ini. Akan tetapi jika kamu ingin fokus pada foto landscape, maka kamu dapat menentukan komposisi yang tepat dengan melihat zoom out dan zoom out ketika kamu ingin membidik obyek lebih dekat atau lebih LensSelain kedua lensa yang cocok untuk foto landscape di atas, alternatif lensa lainnya yang dapat kamu pilih untuk menghasilkan gambar lansekap yang berkualitas adalah lensa telephoto 85-200 mm atau biasa disebut dengan lensa jarak jauh. Digunakannya lensa jarak jauh ini pada pemotretan lansekap, maka akan membantu kamu seolah kamu berada cukup dekat dengan subyek yang kamu ini tergolong cukup mahal dibandingkan kedua lensa di atas. Akan tetapi, lensa ini tak harus kamu beli karena kamu tak selalu memotret dengan menggunakan aperture yang super luas. Dalam hal ini lensa tele sangat berperan untuk menciptakan sebuah foto yang sederhana tetapi tetap memiliki karakter yang kuat. Oleh karenanya, untuk memotret pemandangan yang luas tersebut, tidak mesti selalu menggunakan sudut yang lebar, tetapi juga dapat menggunakan lensa yang cocok untuk foto landscape berjenis tele ini agar foto landscape dapat lebih bagus dan subjek dapat lebih terisolasi untuk menampilkan foto yang memiliki komposisi foto yang lebih fokus atau penekanan yang lebih itulah beberapa lensa yang cocok untuk foto landscape yang dapat kamu gunakan. Untuk menghasilkan foto lansekap yang berkualitas selain mepersiapkan lensa, tentu skill atau teknik juga perlu diperhatikan. Pasalnya, apalah arti sebuah alat jika penggunannya tidak memiliki skill yang memadai. Nah, semoga info mengenai lensa yang cocok untuk foto landscape di atas dapat berguna. Jakarta - Beberapa waktu lalu, Leica merilis tiga lensa wide terbaru. Dan seperti generasi sebelumnya, tiga-tiganya lensa fix alias tidak bisa di-zoom. Masing-masing yakni Summicron-M 35mm f/2, Summicron-M 28mm f/2, dan Elmarit M 28mm f/2, peluncuran itu, terlihat Leica hendak mempertahankan genre lensa fix untuk menjaga standar kualitas fotografi. Bukan karena harganya yang relatif lebih mahal, namun karena ketajaman, akurasi dan cara bertutur yang lebih representatif dari lensa Leica, banyak pabrikan membuat lensa fix meski tetap mengandalkan pertumbuhan lensa zoom. Sebab, banyak kalangan terutama pemula fotografi menilai lensa fix terdengar membingungkan - apapun mereknya tidak hanya Leica saja. Alasan utamanya karena lensa fix tidak bisa maju mundur sehingga tidak bisa mendekatkan subjek yang jauh. Perempuan cantik di balkon atau para gadis payung di lintasan balap tidak bisa dijepret dengan close up. Pertanyaannya, bagaimana cara menikmati dan memaksimalkan lensa wide fix dengan 'keterbatasan' tersebut?Pertama, rasakan sensasi memotret dengan nyaman dengan fokus pada subjek foto yang ada di depan mata. Beberapa pengguna lensa fix membatasi pada subjek yang berada di tiga atau empat meter di depan lensa. Selain itu, lupakan. Kenyamanan ini membuat pikiran fotografer tidak ke mana-mana. Tak perlu berfikir general dengan memperhatikan hal-hal menarik dari landscape sampai detil dan close up. Dari subjek di kejauhan hingga yang terdekat di depan hidung. Otak menjadi lebih rileks untuk menemukan momen dengan cepat, fotojenik, karena tidak bisa zoom, mau tidak mau harus mendekat ke subjek untuk memperoleh hasil foto maksimal. Nah, menyapa dan berinteraksi langsung bakal memberikan sesuatu yang tidak terduga sebelumnya. Nikmati proses komunikasi tersebut dengan riang dan tulus bukan karena keharusan mendapatkan foto terbaik. Percayalah, ketulusan dan kekuatan emosi tersebut bakal tergambar dari foto yang dihasilkan. Gambar bakal lebih jernih, bersuara dan mempunyai karakter yang kuat. Ketiga, manfaatkan kelebihan aperture lensa fix dengan efektif. Cobalah gunakan pada aperture favorit seperti f/1,8, f/2,8, f/5,6, f/9, f/11 dan f/13. Pada diafragma tersebut, lensa fix teruji dengan ketajaman gambar baik untuk lansekap diafragma terkecil atau detil/close up diafragma terbesar.Kenapa bisa begitu? Tidak lain karena sistem lensa fix tidak serumit lensa zoom. Sehingga kinerja lensa mampu menghasilkan gambar yang lebih efektif, detail dan dengan itu, lensa fix yang biasanya mempunyai diafragma besar f/1,4 atau f/2,8 sangat membantu untuk pemotretan pada kondisi temaram lowlight. Sekaligus membuat efek bokeh yang patut diandalkan. Speed kamera pun bisa lebih cepat sehingga gambar goyang/shake bisa gunakan lensa wide fix untuk sesi foto yang direkomendasikan seperti streetphotogaphy, traveling, portrait dan dokumenter. Sementara untuk genre foto yang tidak memungkinkan seperti photojournalist, wildlife maupun sport photograhy dapat hindari dulu. Dengan mengetahui penggunaan yang tepat, lensa lebar tanpa zoom ini bisa menghasilkan gambar yang maksimal. Memotretpun menjadi menyenangkan dan membuat semangat tersendiri. Ari/ash Cara Memotret Landscape – Landscape dalam bahasa Indonesia adalah bentang alam. Cabang ilmu fotografi yang mempelajari foto bentang alam disebut juga sebagai landscape photography. Cara memotret landscape tidak hanya diminati oleh fotografer profesional saja, DIYKamera yakin fotografer yang bermodalkan smartphone juga pasti akan mempunyai keinginan mengabadikan bentang alam yang indah misalnya gunung, pantai, desa, laut, dan lainnya. Jika kita menggali lebih dalam lagi, fotografi landscape itu tidak semudah yang kita bayangkan. Seorang fotografer ditantang untuk dapat memberikan hasil yang senatural mungkin dan ia harus dapat membuat viewer merasakan aura dan seolah-olah hadir atau berada pada lokasi tersebut. Nah lalu bagaimana cara memotret landscape dengan indah?Cara Memotret LandscapeLalu bagaimana cara memotret landscape yang benar sehingga hasilnya bagus? Disini kami akan memberikan tips dan trik dalam memotret foto landscape yang mungkin bisa berguna bagi anda objek yang akan dipotretDalam cara memotret landscape ini anda harus menentukan objek mana yang akan anda potret, apakah anda akan memotret air terjun, perkotaan, jalan raya, jalan tol, laut, aliran sungai, ombak, pegunungan, tumbuhan, dan lain-lain. Jika anda sudah terfokus ke satu objek, anda bisa mencari referensi mengenai foto landscape objek tersebut tapi ingat jangan sampai plagiasi ya!, anda bisa mendapatkan referensinya dari internet atau majalah peralatan yang diperlukanTentunya anda harus mempersiapkan seperangkat peralatan kamera dan tas kameranya agar kamera anda terjaga dari kerusakan yang mungkin dapat disebabkan oleh kecelakaan teknis di alam. Ingat juga! Fotografi landscape adalah fotografi di alam yang tidak memungkinkan anda untuk menemukan aliran listrik secara bebas, oleh karena itu anda harus menyiapkan setidaknya 1 baterai cadangan pada kamera sehingga dalam pemotretan ketika kamera anda low battery, anda hanya tinggal mengganti baterainya saja. Dalam cara memotret landscape ini selain baterai, peralatan tambahan lainnya seperti tripod atau kaki tiga juga kadang dibutuhkan agar teknis pemotretannya lancar. Tripod akan membuat kamera lebih stabil dibandingkan dengan menggunakan kedua tangan anda, kestabilan kamera akan membuat hasil gambar menjadi tajam dan sesuai dengan yang diinginkan. Jika ada, anda juga bisa menyiapkan filter ND atau shutter speed, ISO, dan apertureNah kita memasuki cara memotret landscape yang keempat. Memotret objek landscape yang berbeda juga berarti anda harus mengatur shutter speed, ISO, dan aperture yang berbeda pada kamera DSLR tersebut. Misalnya jika anda ingin memotret air terjun anda bisa menggunakan aperture f/22, shutter speed 2,5 detik, ISO 100, dengan focal length lens 22 mm bergantung kamera dan lensa yang anda miliki, memotret air terjun harus menggunakan shutter speed yang lambat dan dibutuhkan filter ND atau polarisasi agar hasilnya lebih dramatis dan lebih baik lagi. Pengaturan ISO, shutter speed, dan aperture untuk landscape berupa laut, ombak, dan yang lainnya pun berbeda lupakan objek di sekelilingNah pada cara memotret landscape ini yang tidak kalan penting adalah jika anda sudah memfokuskan suatu objek pada fotografi landscape, jangan pernah melupakan objek di sekeliling yang menjadi background. Contohnya, jika anda berniat untuk memotret laut, anda baiknya memotret langitnya atau pasirnya untuk mempercantik hasil foto anda, jika anda hanya memotret lautnya saja, kesan datar atau flat akan timbul pada foto anda. Oh ya! Jangan lupakan foreground, memotret objek dengan foreground seperti tanah atau bebatuan juga merupakan hal yang menarik dan menjadi point of interest suatu fotografi landscape dan cobalah eksperimenMenghasilkan foto yang bagus dalam fotografi landscape membutuhkan otak yang kreatif dan eksperimen yang berani. Misalnya, untuk mendapatkan foto air terjun yang bagus anda harus mendapatkan angle yang bagus pula, bisa saja itu didapat ketika anda memotret di depan air terjun dimana medannya adalah sungai yang agak dalam airnya, anda harus berani dan rela berkorban demi itu. Misalnya juga ketika anda akan memotret sunrise dan sunset, tentunya anda harus rela untuk bangun pagi atau menunggu golden hour tersebut bukan?Itulah beberapa cara yang dapat anda terapkan dalam cara memotret landscape, semoga informasi yang DIYKamera sampaikan ini bermanfaat bagi anda semua! Jakarta - Nama Martha Suherman dikenal sebagai fotografer landscape. Karya-karyanya begitu memukau, seperti gedung pencakar langit Jakarta, keindahan bintang di Gunung Bromo hingga Piramida di mengatakan untuk memotret foto landscape yang bagus bukan perkara gampang. Butuh pengalaman bertahun-tahun, perangkat fotografi yang tepat dan dukungan baginya hanya satu cara untuk bisa menentukan foto landscape yang bagus. "Foto landscape yang bagus menurut saya yang bisa membuat orang semakin mengagumi karya Tuhan dan bersyukur setelah melihat foto tersebut," ujar wanita yang kerap membagikan karyanya di akun Instagram memberikan tips untuk bisa memotret landscape ciamik. Apa saja?1. Menentukan lokasiHal pertama yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan. Salah satunya adalah menentukan lokasi yang akan didatangi. Dari situ, bisa dicari lebih dulu objek yang ingin difoto sehingga rencana angle pemotretan bisa terbayang dengan Landscape karya Martha Suherman. Foto dok Instimewa2. Cek cuaca dan sinar MatahariSelain menentukan lokasi, mencari bulan yang tepat untuk mendapatkan foto yang bagus. Hal ini sangat berkaitan erat dengan cuaca yang sedang terjadi di lokasi tujuan."Di Indonesia hanya musim hujan dan panas saja, tapi untuk destinasi internasional, saya harus tau kapan terbaik untuk musim semi, gugur, panas dan juga salju," ujar Membuat itineraryMartha menyarankan untuk membuat itinerary. Lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Trisakti tahun 2002 menyarankan untuk menyusun rencana berapa hari akan berada di sana, lokasi mana yang akan didatangi. Apakah bagus di saat sunrise atau sunset, atau siang hari."Dilanjutkan dengan membuat perencanaan tentang penginapan, akomodasi dan biaya yang akan saya butuhkan di sana dan juga guide local yang akan membantu saya di lokasi tersebut," Perangkat yang tepatMartha mengaku kerap membawa kamera Nikon Z7II dan Nikon Z50 dengan settingan lensa 14-24mm, 24-120mm dan lensa fix 50mm. Tak lupa satu set filter dan juga satu buah tripodSaat melakukan perjalanan dinas atau perjalanan untuk mencari stock foto tertentu, Martah kerap membawa lensa yang lebih banyak."Biasanya selain lensa yang tadi disebutkan, saya juga membawa lensa tele seperti 70-200mm, 35mm, 85mm, lensa Perspective Control 19mm dan juga lampu flash tambahan beserta triggernya. Dan untuk filter dan tripod itu sifatnya multak selalu dibawa," kata Landscape karya Martha Suherman. Foto dok Instimewa5. Settingan kameraMartha mengatakan settingan kamera untuk foto landscape sebenarnya tidak sulit, cukup dengan aperture 8-16, dan ISO serendah mungkin. Shutter speed akan menyesuaikan tergantung dengan hasil foto yang ingin buat dan pastinya alat bantuan seperti tripod dan cable release adalah kebutuhan menambahkan tak masalah jikalau memotret landscape dengan menggunakan kamera smartphone. Pasalnya, fotografi ponsel telah menjadi tren yang tak terelakkan."Sangat mungkin untuk dilakukan foto lansekap dengan kamera smartphone. Hanya saja memang kita harus mengenal beberapa fitur manual yang disediakan di dalam ponsel dan adakalanya kita harus menambahkan aplikasi tambahan untuk memaksimalkannya, karena untuk fotografi landscape khususnya untuk bermain shutter speed lambat memang harus diatur di dalam aplikasi tersebut," kata dia, pengguna kamera smartphone wajib berkenalan dengan teori Triangle Exposure yang menjadi dasar dalam fotografi sehingga bisa paham fungsi pengaturan dalam kamera."Ini menjadi satu hal yang bisa membantu kita dalam menghasilkan hasil foto yang baik," tutupnya. Simak Video "Sandiaga Uno Respon Permintaan Suku Badui Dalam" [GambasVideo 20detik] afr/afr

cara memotret landscape dengan lensa fix